Permalink
Seorang insan terlahir ke dunia tepat pada tanggal 4 agustus 1993 di Cilegon Banten, ia merupakan anak pertama pasangan suami istri Muhammad Indra Noor Alam dan Muslihah. Kedua orang tuanya memberi nama lengkap Khonsa Abdullah Shibghoturrahman yang arti dari nama tersebut di ambil dari nama seorang mujahidah di zaman rasulullah SAW.
Khonsa kecil sangat menyukai kesenian menggambar dan melukis, jadi tidak heran sejak kecil ia senang meniru karya orang lain dan menggambarkannya dalam kertas gambar. Satu yang menarik dariku, sama seperti ayahku aku senang sekali membaca dan menulis. Bagaimana tidak ? setiap hari ulang tahunku ayah selalu menghadiahi buku cerita, menceritakanku sebuah cerita sebelum aku terlelap tidur. Karangan ceritaku pertama kali berjudul “Monyet dan Kura-kura” , inspirasi untuk menuliskan sebuah cerita aku dapat ketika aku mendapat hadiah buku cerita menarik dari susu Dancow. Satu diantara jutaan lebih yang membuatku ingin berterimakasih pada ayahku karena telah begitu banyak membekaliku suatu kehidupan yang membuatku menjadi manusia yang bermanfaat.
Aku menempuh pendidikan di berbagai TK (TK Asy-syuhada(Banten), TK Ummu sulaim(Bandung), dan TK Permana asih(Dago), kemudian melanjutkan ke SD di SDN Cikutra IV Bandung, SMPIT Boarding School Baitul Anshor Cimahi, SMA Alfa Centauri Bandung, dan Poltekkes Kemenkes Bandung jurusan Kesehatan Lingkungan.
Cita citaku semasa kecil itu simpel, ingin menjadi seorang Dokter, penulis dan pemilik panti asuhan namun semakin berjalannya waktu mulai kuubah cita citaku, aku ingin menjadi seorang psikolog.
Menjadi seorang psikolog bukan hanya sekedar gaya gayaan, tapi itu terlintas karena perasaan miris seorang khonsa pada anak anak yang berkekurangan dan tidak bisa menikmati kesempurnaan serta kesempatan yang Allah berikan seperti yang kita rasakan. Maka mulailah aku mengerti akan pentingnya rasa syukur terhadap apapun yang kita peroleh dan itu terasakan olehku ketika aku tidak lulus SNMPTN 2011 dan berlabuh pada kampus Kesling ini. Bukan dengan perasaan mudah untuk menerima kekalahan itu, menangis bahkan kecewa akan keputusan itu tak asing menjadi teman setelah pengumuman SNMPTN, tapi subhanallah mahasuci Allah Ibuku hadir dan membesarkan hatiku, “ummi yakin teteh akan sukses setelah lulus dari Kesling” itu yang ia katakan padaku di hari itu. Amin ya rabbal alamin semoga Allah mendengar dan mengabulkan doa ibuku.
Namanya Hamzah Abdullah Mubarak dan Muhammad Ja’far Ash-shiddiq mereka berdua adalah adikku orang orang yang turut berada di tengah tengah kehidupanku, memberiku ceria, kekonyolan dan rasa sebal yang mengantarkanku pada kesuksesan, mengapa tidak ? mereka adalah orang orang yang akan mendoakanku dan memberikanku motivasi ketika aku lelah dan terjatuh.
Tentang Keslingku tercinta di Poltekkes Bandung, meskipun pada awalnya tak mendapat tempat teristimewa di hatiku sekarang lain ceritanya. Profesi sanitarian yang akan aku jejaki ternyata kedudukannya melebihi dokter, karena tugas tugasnya serta ilmu yang di pelajarinya selain lebih luas juga cakupannya lebih pada pencegahan segala macam penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan yang tidak sehat. Sebab mencegah itu lebih mudah namun sulit untuk dilakukan karena kebiasaan setiap orang itu berbeda beda.
Aku memiliki visi kedepan untuk sukses melalui tahapan tahapan berkepanjangan namun gesit, karena aku ingin merubah kesiapanku untuk menjadi sanitarian yang handal.
Menjalani sesuatu itu memang tidak boleh setengah setengah, niatkan segala sesuatu itu karena Allah SWT, dan ikhlaskan segala sesuatunya pada Allah dan selalu lah berharap untuk meraih keridhoan-Nya. Ternya aku tetap bisa menjadi seorang konsultan lingkungan, seorang penulis buku yang memanfaatkan ilmunya dalam bentuk tulisan dan menjadi istri seorang Dokter tentunya..
Masalaah menikah aku tetap peduli untuk membuat perkiraan kapan aku akan menikah dan dengan siapa aku akan menikah, kalau tidak umur dua puluh tiga ya dua puluh empat sebagaimana Allah menentukannya walaupun segala sesuatu itu harus dibarengi dengan ikhtiar.
Harapan dan keinginan terbesarku adalah mendirikan bangunan untuk kampus Keslingku sendiri, menciptakan lingkungan yang terkendali dengan kepedulian dan kesadaran setiap manusianya itu sendiri, memasukkan anak anak yang kurang mampu untuk di didik agar memperoleh bekal dan menjalani hidup ini dengan sebaik baiknya. Sehingga kelak ketika aku telah menikah dan memiliki anak berumur sama dengan ketika aku menuliskan biovisi ini aku akan merasa bangga karena segala sesuatu yang aku jalani itu tidak akan sia sia selama kita menggenggam keikhlasan itu di jiwa.
Motivasi terbesarku untuk sukses bukan karena ingin mendapat pujian dari teman temanku, tetapi ingin melihat kedua orang tuaku tersenyum bangga padaku, aku anak perempuan satu satunya yang berada di keluarga yang berjumlah lima orang , meskipun aku seorang perempuan, aku harus sukses dan tangguh seperti laki laki pada umumnya.
Keslingku adalah awal kesuksesanku, awal aku mulai belajar bagaimana caranya berorganisasi, memahami karakteristik teman teman dan peduli akan sesuatu yang kecil namun besar dampaknya. Segala sesuatu itu tidak akan sia sia selama kita mengambil ilmu dan khikmah dibalik semuanya, Allah sumber pengatur sesuatu dan janganlah pernah takut untuk meminta pada-Nya sambil menegadahkan kedua tangan dan khusu’ berharap pada-Nya.
Terimakasih ya Allah, karena telah memberiku nikmat iman, islam dan ikhsan untuk menjadikannku seorang ahli surga kelak.. amin ya rabbal alamin.
Bandung , 13 maret 2012
Khonsa Abdullah S